Menggunakan Google Analytics untuk Meningkatkan Performa Website

Jordy Gunawan
Google Analytics

Daftar Isi:

    Tidak ada tool lain yang lebih baik dalam membantu memantau dan mengoptimasi performa website selain Google Analytics. Dengan tool yang disediakan oleh Google ini, Anda dapat memantau dan mengukur performa website Anda baik dari segi off-site (campaign promosi, SEO) maupun on-site (konversi, site usage, performa konten).

    Data-data website yang tersedia pada Google Analytics juga bisa Anda gunakan untuk melakukan analisis dalam mengoptimasi performa usaha marketing Anda.

    Untuk membantu Anda dalam melakukan tahap tersebut, berikut kami hadirkan beberapa cara menggunakan Google Analytics untuk membantu Anda dalam meningkatkan performa website dan strategi marketing.

    Tips Menggunakan Google Analytics untuk Meningkatkan Performa Website

    1. Mengidentifikasi page dengan bounce rate tinggi dan konversi rendah

    Ketika membuat artikel, pastinya Anda mengharapkan visitors akan membaca artikel tersebut, menjelajahi page lain, dan akhirnya melakukan transaksi. Namun pada kenyataannya, seringkali visitors yang masuk ke page artikel Anda langsung keluar dari website tanpa menjelajahi page lainnya.

    Konten-konten pada page tersebut mungkin saja untuk Anda perbaiki untuk mencapai bounce rate yang lebih rendah atau bahkan mendatangkan konversi. Namun tentu Anda perlu terlebih dahulu mengidentifikasi page mana saja di website Anda yang memiliki performa kurang baik.

    Bounce rate google analytics

    Untuk melakukan hal tersebut, Anda dapat menuju ke bagian report Behavior → Site Content → All Pages untuk melihat page dengan angka bounce rate yang tinggi, sedangkan data page dengan konversi rendah bisa Anda dapatkan di bagian Landing Pages.

    Demi efisiensi, jadikan page-page dengan performa kurang baik tersebut sebagai prioritas ketika Anda mulai menjalankan strategi untuk menurunkan bounce rate.

    2. Memperbaiki page dengan performa rendah dari organic search

    Cara lain untuk meningkatkan performa website marketing Anda adalah dengan mengoptimasi page yang sudah mendapatkan ranking di Google. Mengoptimasi page yang sudah mendapatkan ranking di Google akan lebih efisien dalam meningkatkan traffic website Anda ketimbang harus membuat dan menaikkan ranking page baru.

    Untuk mendapatkan hasil yang lebih cepat, Anda dapat mengutamakan untuk mengoptimasi page yang sudah berada di halaman dua hasil pencarian Google.

    Dengan begitu, hanya dengan naik beberapa posisi saja page Anda yang sebelumnya berada di halaman dua hasil pencarian bisa naik menuju halaman satu yang memiliki CTR lebih tinggi.

    Jika Google Analytics Anda sudah terhubung dengan Google Search Console, Anda bisa mendapatkan data posisi ranking tersebut dengan menuju ke bagian Acquisition → Search Console.

    Search console google analytics

    3. Menggunakan UTM parameter

    Menggunakan UTM parameter pada campaign marketing Anda merupakan cara yang cukup efektif untuk mengetahui seberapa baik performa dari campaign yang Anda jalankan.

    Dengan UTM parameter Anda dapat mengelompokan data website traffic Anda berdasarkan campaign spesifik. Data tersebut bisa Anda gunakan kemudian untuk memperbaiki campaign Anda.

    Data dari campaign Anda yang sudah menggunakan UTM parameter bisa Anda dapatkan di bagian Acquisition → Campaigns → All Campaigns.

    Campaign tracking google analytics

    4. Eksplorasi market baru

    Anda juga bisa menggunakan Google Analytics untuk menemukan potensi market baru untuk produk dan jasa Anda. Anda dapat melakukan hal tersebut dengan menganalisa data pada bagian Audience → Geo → Location.

    Pada bagian tersebut, mengelompokan data berdasarkan sessions dan conversion rate dan melihat lokasi mana yang menjadi sumber traffic terbanyak bagi website Anda.

    Geo location google analytics

    5. Menggunakan content grouping

    Content grouping merupakan salah satu fitur Google Analytics yang sangat berguna. Dengan content grouping, Anda dapat mengelompokan konten pada situs Anda berdasarkan kategori, topik, penulis, jumlah kata, dan masih banyak lagi.

    Fitur ini akan sangat membantu content marketer Anda untuk melihat kategori mana yang paling dianggap menarik oleh visitors. Namun untuk dapat menggunakan fitur ini, Anda harus mengatur pengelompokannya secara manual.

    Setelah pengaturan selesai, Anda dapat melihat data content grouping di bagian Behavior → Site Content.

    6. Mengidentifikasi page dengan waktu load yang lama

    Menurut riset yang dilakukan oleh Hobo, 40% users akan meninggalkan page jika waktu loadnya lebih dari 3 detik. Semakin lama waktu load dari sebuah page, maka semakin besar kemungkinan user akan meninggalkan page tersebut.

    Untuk mendatangkan user sebanyak mungkin dan meningkatkan user experience secara keseluruhan, membuat waktu load page menjadi secepat mungkin adalah hal yang krusial.

    Tentunya, langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam usaha tersebut adalah mengidentifikasi page dengan waktu loading yang relatif lama.

    Data tersebut dapat Anda temukan secara komprehensif lewat Google Analytics pada bagian Behavior → Site Speed → Page Timing.

    Site speed google analytics

    Konklusi

    Bagi pemilik website, memahami dan cara menggunakan Google Analytics secara maksimal untuk meningkatkan performa website adalah hal yang esensial.

    Google Analytics bukan hanya memungkinkan Anda untuk memahami apa yang berhasil atau tidak berhasil pada website Anda, melainkan juga mengapa hal tersebut berhasil atau tidak berhasil.

    Semua data tersebut tersedia secara gratis di Google Analytics, dan informasi di atas membantu Anda untuk memanfaatkannya lebih optimal.

    Ready to Discuss Your Project?

    Tell Us About Your Project

      Open chat