Cara Menurunkan Bounce Rate Website Anda

Jordy Gunawan
Bounce rate

Daftar Isi:

    Jika Anda merasa kesulitan dalam meningkatkan conversion seperti: purchase, email signups, atau leads dari website Anda, maka besar kemungkinan bahwa website Anda memiliki bounce rate yang tinggi.

    Bounce rate yang tinggi merupakan salah satu penyebab yang paling lazim bagi rendahnya tingkat konversi di website. Jika sebagian besar web visitors meninggalkan website Anda di halaman pertama, maka jelas Anda tidak memiliki kesempatan untuk mengubah mereka menjadi lead atau pelanggan baru Anda.

    Untuk itu, pada artikel kali ini kami akan menghadirkan beberapa metode atau cara yang telah terbukti dapat membantu menurunkan bounce rate dari website Anda. Namun sebelum itu, mari kita simak terlebih dahulu ulasan mengenai apa yang dimaksud dengan bounce rate.

    Apa itu Bounce Rate?

    Berdasarkan definisi yang diberikan oleh Google Analytics, bounce rate adalah persentase users yang masuk dan meninggalkan website Anda tanpa mengunjungi page website Anda yang lainnya, atau berinteraksi dengan page Anda.

    Bounce rate yang tinggi bisa menjadi indikasi—meskipun tidak selalu demikian—bahwa page website Anda kurang mampu meyakinkan user untuk menjelajahi website Anda lebih dalam.

    Web visitors dianggap ‘bounce’ dari situs Anda ketika mereka meng-klik link menuju website lain, menekan back button untuk keluar dari website Anda, menutup window/tab browser mereka, atau mengetik URL baru.

    Berapa Angka Bounce Rate yang Baik?

    Meskipun tidak ada angka yang pasti, karena setiap industri/niche memiliki benchmark berbeda, namun Anda bisa menggunakan parameter di bawah ini untuk mengukur performa bounce rate website Anda:

    • +80% = sangat buruk
    • 70% – 80% = buruk
    • 50% – 70% = cukup
    • 30% – 50% = sangat baik

    Menilai baik buruknya performa bounce rate website Anda juga bergantung pada tipe konten juga niche dari website Anda. Grafik dibawah merangkum rerata bounce rate dari tipe website.

    Bounce rates by website type
    Sumber: kinsta.com

    Cara Menurunkan Bounce Rate

    Mengidentifikasi dan memperbaiki landing page Anda adalah langkah yang perlu Anda lakukan untuk menurunkan bounce rate website Anda. Pada bagian ini kami akan menjelaskan mengenai beberapa faktor yang dapat menyebakan tingginya bounce rate dan cara memperbaikinya.

    Namun sebelum itu, ada baiknya Anda mengidentifikasi terlebih dahulu page mana saja dari website Anda yang memiliki bounce rate paling tinggi. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mudah lewat Google Analytics dengan menuju Behavior » Site Content » Landing Pages. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam melihat permasalahan apa yang dimiliki oleh website Anda dan mengatasinya dengan lebih efisien.

    Setelah mengetahui pages mana saja yang memiliki bounce rate tinggi, Anda bisa mengikuti beberapa tips ini untuk menurunkan bounce rate web pages Anda.

    1. Memperbaiki Tingkat Keterbacaan Konten Anda

    Salah satu penyebab yang menjadi alasan mengapa web visitors meninggalkan situs Anda adalah karena konten Anda yang sulit untuk dibaca. Tingkat keterbacaan konten merupakan salah satu aspek yang turut menentukan baik buruknya user experience dari sebuah website.

    Cobalah untuk memeriksa ulang konten pada page Anda yang memiliki bounce rate tinggi. Mungkin saja paragraf teks di dalamnya terlalu panjang, font terlalu kecil, atau format dan struktur teksnya yang tidak tersusun rapi.

    2. Hindari Penggunaan Popups

    Faktanya, 88% users mengatakan bahwa munculnya popups cukup mengganggu pengalaman mereka di sebuah website. Popups pada website bahkan bisa membuat user berhenti berlangganan email, meninggalkan website, hingga berhenti menggunakan produk/jasa yang diiklankan.

    Jadi, cobalah untuk sebisa mungkin menghindari penggunaan popups pada website. Jika memang popups dibutuhkan, pastikan konten di dalamnya sesuai dengan apa yang user butuhkan atau inginkan.

    3. Buat Call-to-Action yang Menarik

    Anda sudah berhasil menarik visitors dengan headline yang memikat dan membangun ketertarikan mereka dengan konten yang informatif. Namun, Anda akan tetap mengalami kesulitan untuk mendapatkan konversi tanpa adanya Call-to-Action yang menarik.

    Maka dari itu, terlepas dari konten apa pun yang Anda sajikan di website, pastikan CTA di dalamnya juga menarik sehingga menggugah users untuk meng-klik CTA tersebut untuk masuk ke page lainnya.

    4. Tambahkan Video untuk Menarik Perhatian Audiens

    Konten dengan bentuk video terbukti lebih efektif dalam menarik perhatian audiens dibandingkan dengan konten yang hanya berupa teks atau gambar. Anda bisa menambahkan fullscreen video sebagai background page, atau menambahkannya di sebelah call-to-action Anda.

    5. Memperbaiki Site Speed Anda

    Sebagian besar web visitors akan menentukan apakah mereka menyukai website Anda atau tidak pada beberapa detik pertama setelah mereka masuk ke website Anda. Karena itu, sangat disayangkan jika beberapa detik berharga tersebut malah diisi dengan blank page loading scripts.

    Menurut Strangeloop, satu detik delay pada waktu page load Anda dapat berdampak pada 7% penjualan, berkurangnya pageviews sebesar 11%, dan penururan User Experience sebesar 16%.

    Anda bisa menggunakan PageSpeed Insights untuk melihat site speed dari website Anda. Salah satu cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengoptimasi gambar pada page Anda menggunakan Content Delivery Network (CDN), menambahkan caching yang lebih baik, dan berpindah ke hosting provider yang lebih cepat.

    Konklusi

    Bounce rate merupakan salah satu web performance metric yang penting untuk Anda perhatikan karena memiliki hubungan erat dengan user experience dan relevansi konten dari website Anda. Bounce rate yang terlalu tinggi dapat menghalangi Anda untuk mendapatkan konversi, bahan terkadang dapat mengganggu SEO Anda.

    Beberapa tips di atas merupakan sebagian langkah atau cara yang bisa Anda lakukan dengan mudah untuk dapat menurunkan bounce rate website Anda. Namun, jika Anda masih memiliki kesulitan dalam menurunkan bounce rate website, Meson Digital Marketing Agency siap membantu Anda.

    Ready to Discuss Your Project?

    Search Articles

    Tell Us About Your Project