Apa itu CPM (Cost Per Mille) dalam Iklan Online dan Cara Mengoptimasinya

Marchyandi Rayi
CPM Cost per mille

Daftar Isi:

    CPM: Metrik Penting dalam Campaign Iklan Online

    Jika Anda sedang menjalankan campaign iklan online, maka CPM (cost per mille) adalah salah satu metrik penting yang dapat menentukan kesuksesan iklan Anda.

    Dengan melihat angka CPM, Anda juga bisa membandingkan performa iklan Anda di berbagai platform untuk menentukan channel mana yang paling efektif untuk mencapai tujuan marketing Anda.

    Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami betul apa itu CPM dalam iklan online dan mempelajari bagaimana cara mengoptimasinya agar iklan Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

    Apa itu CPM?

    CPM adalah singkatan dari cost per mille, yang merupakan bahasa latin dari seribu. CPM merupakan sebuah ukuran yang menunjukkan besaran biaya yang dikeluarkan pengiklan untuk setiap 1.000 impressions (jumlah tayang) yang didapatkan oleh iklan tersebut.

    Jika pengiklan mengajukan bid (tawaran) untuk membayar hingga Rp30.000 CPM, maka berarti pengiklan akan membayar sebanyak Rp30.000 untuk setiap 1.000 jumlah tayang iklan tersebut, atau Rp30 untuk setiap kali tayangnya.

    Mengapa CPM Campaign penting?

    CPM marketing biasanya akan lebih terjangkau jika dibandingkan dengan iklan dengan pengoptimasian CPA atau CPC. Namun, tentu biaya yang dibutuhkan tetap akan bergantung pada platform yang digunakan dan cakupan audience dari iklan Anda.

    Bid dari campaign CPM Anda tentu akan lebih mahal jika ditayangkan di website yang lebih populer atau kepada cakupan audience yang spesifik.

    Berikut beberapa alasan lain mengapa CPM campaign penting untuk dijalankan:

    1. Meningkatkan awareness: karena lebih murah, Anda dapat menayangkan iklan ke audience yang lebih luas sehingga brand Anda dapat dikenal oleh lebih banyak orang.
    2. Memunculkan social buzz: Jika konten yang digunakan pada CPM campaign berkualitas dan menarik, maka audience tidak akan sungkan untuk membagikan konten iklan Anda di media sosial mereka.

    Cara Menghitung CPM

    Gunakan beberapa langkah sederhana di bawah ini untuk menghitung CPM:

    1. Menentukan Budget Iklan

    Tentukan berapa budget yang ingin dikeluarkan untuk campaign iklan online Anda. Misalnya, budget yang Anda alokasikan untuk beriklan adalah Rp5.000.000.

    2. Menentukan Jumlah Impressions yang Diinginkan

    Selanjutnya, tentukan juga jumlah impressions yang ingin Anda dapatkan dari iklan tersebut.

    Misalnya, Anda menargetkan untuk mendapatkan 250.000 impressions dari campaign beriklan.

    3. Menghitung CPM

    Untuk menghitung CPM, Anda hanya butuh membagi biaya campaign dengan jumlah target impressions dan mengalikannya dengan 1.000.

    Jika diambil dari skenario di atas, maka angka CPM bisa didapatkan dari:

    Budget iklan Rp5000.000 dibagi dengan jumlah target impressions 250.000, yaitu 20, lalu dikalikan 1.000 sehingga menjadi 20.000.

    Maka, target CPM dari campaign Anda adalah Rp20.000.

    Cara Mengoptimasi CPM

    Saat ini, banyak platform iklan online baik search engine maupun media sosial yang menawarkan layanan beriklan dengan pengaturan optimasi CPM.

    Namun terlepas apapun platform yang digunakan, Anda dapat menerapkan beberapa tips di bawah ini untuk mengoptimasi angka CPM dari campaign iklan Anda:

    1. Menargetkan audience yang tepat: Menargetkan audience yang tepat dapat memastikan pengeluaran iklan Anda tidak sia-sia.
    2. Memantau frekuensi tayang iklan: Pastikan iklan Anda tidak muncul pada orang yang sama lebih dari dua kali.
    3. Menambahkan social proof: Yakinkan audience Anda bahwa produk yang Anda tawarkan berkualitas dengan bekerjasama dengan KOL atau membagikan ulasan dari pelanggan terkait produk Anda.

    Konklusi

    Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengukuran CPM memiliki peran yang krusial dalam menjalankan iklan online. Tanpa adanya pengukuran CPM, Anda tidak akan bisa mengetahui seberapa efektifkah iklan Anda dalam meningkatkan reach dari brand Anda.

    Namun, di samping CPM masih terdapat metrik iklan online lainnya yang tidak kalah penting dan tidak boleh dihiraukan. Pada intinya, segala pengukuran dan pemantauan yang Anda lakukan pada iklan online Anda, harus didasarkan pada tujuan utama dari campaign iklan tersebut.

    Meson merupakan digital agency di Jakarta dengan pengalaman mengelola digital ads campaign dari brand di berbagai sektor bisnis.

    Kami siap membantu Anda dalam merancang dan menerapkan strategi digital marketing yang tepat untuk membantu bisnis Anda mencapai performa penjualan yang lebih baik lewat jasa digital advertising kami.

    Ready to Discuss Your Project?

    Search Articles

    Tell Us About Your Project