Panduan Iklan Online: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Jordy Gunawan
Iklan online

Daftar Isi:

    Iklan Online dan Jenis-Jenisnya

    Iklan online merupakan salah satu jalan paling efektif bagi bisnis berbagai skala untuk mendapatkan konsumen baru, dan mendiversifikasi revenue streams.

    Dengan semakin banyaknya opsi yang tersedia, menentukan jenis iklan online mana yang tepat untuk digunakan bisa menjadi sesuatu yang rumit.

    Terlebih untuk para marketers yang belum pernah menjalankan strategi iklan online sebelumnya.

    Untuk itu, pembahasan pada artikel kali ini ditujukan untuk membuat proses penentuan penggunaan jenis iklan online Anda menjadi lebih mudah.

    Artikel ini akan menghadirkan penjelasan mengenai berbagai jenis iklan online dan kelebihan dari setiapnya. Namun sebelum itu, baiknya kita memahami betul terlebih dahulu mengenai apa itu yang dimaksud dengan iklan online.

    Apa itu Iklan Online?

    Iklan online adalah praktik pemasaran yang menggunakan website, atau online platform lainnya sebagai medium dalam beriklan. Dengan kata lain, iklan online adalah iklan yang terpampang di internet.

    Jenis-Jenis Iklan Online

    1. Social Media Ads

    Iklan media sosial

    Setiap bulan, terdapat 2.5 miliar pengguna aktif di Facebook, 1 miliar di Instagram, dan 330 juta di Twitter. Besarnya angka pengguna tersebutlah yang menjadi sebab tingginya minat brand dan marketers untuk beriklan di media sosial.

    Pada periode tahun 2019 saja, pengeluaran iklan di media sosial mencapai 89 miliar USD, atau 13% dari jumlah total pengeluaran iklan secara global.

    Menurut perkiraan, pengeluaran iklan tersebut akan tumbuh sebesar 8.7% pada tahun ini, sehingga mencapai 102 miliar USD.

    Beriklan di media sosial memiliki kelebihannya tersendiri jika dibandingkan dengan jenis iklan online lainnya, yaitu:

    • Tersedianya fitur audience targeting yang membantu Anda dalam mencapai target audience yang spesifik.
    • Dapat memanfaatkan berbagai format iklan yang sejalan dengan tujuan bisnis Anda.

    Selain itu, Anda juga dapat memilih platform media sosial untuk beriklan yang sekiranya sesuai dengan objektif marketing Anda.

    Di bawah ini merupakan platform media sosial yang paling populer untuk beriklan, beserta tipe pengguna dan format iklan yang tersedia.

    a. Facebook

    Facebook merupakan media sosial paling populer di dunia, dengan 2.7 miliar pengguna aktif per bulannya. Dengan jumlah pengguna yang bahkan melebihi 30% populasi dunia tersebut, hampir bisa dipastikan bahwa terdapat pengguna yang sesuai dengan audience ideal untuk bisnis Anda. Ditambah lagi, fitur audience targeting pada Facebook menambah kemudahan Anda dalam mencapai audience ideal tersebut.

    Beriklan di Facebook juga memungkinkan Anda untuk memilih berbagai format iklan sesuai dengan objektif marketing dan tipe audience yang Anda tentukan, yaitu:

    • Photo ads: untuk menampilkan konten gambar dari brand atau produk.
    • Video ads: untuk menampilkan konten video dari campaign atau produk.
    • Story ads: untuk menampilkan kompilasi gambar atau video pendek.
    • Lead ads: untuk mengumpulkan pengguna yang tertarik dengan produk Anda.

    b. Instagram

    Lewat Facebook Ads Manager, Anda juga bisa beriklan di Instagram. Instagram memiliki 1 miliar pengguna aktif per bulan yang tersebar di seluruh dunia. Rata-rata pengguna media sosial yang satu ini memiliki rentang umur sekitar 18 sampai 34 tahun.

    Pada umumnya, terdapat tiga cara yang bisa Anda gunakan dalam beriklan di Instagram:

    1. Mempromosikan post dan stories, langsung dari akun Instagram Anda.
    2. Membuat iklan di Facebook Page Anda lalu mempromosikannya lewat Instagram.
    3. Membuat kampanye iklan lewat Facebook Ads Manager untuk ditampilkan di Instagram dan Facebook.

    Format iklan di Instagram hampir serupa dengan format iklan yang tersedia di Facebook, yaitu meliputi:

    • Photo ads
    • Video ads
    • Story ads
    • Ads di bagian Explore

    c. YouTube

    YouTube merupakan mesin pencarian terbesar di dunia, setelah Google, dengan jumlah pengguna bulanan mencapai 2 miliar. Iklan yang terpampang di YouTube akan muncul sebelum, dan saat video YouTube ditonton oleh pengguna.

    Beriklan di YouTube juga memungkinkan Anda untuk menyasar audience sesuai dengan informasi demografis dan minat pengguna. Anda juga bisa menampilkan iklan video pada pengguna yang telah menonton video dengan topik yang relevan dengan brand Anda.

    d. TikTok

    TikTok merupakan salah satu pendatang baru di jagad media sosial, yang kehadirannya tidak bisa diremehkan. Per bulan April 2020, aplikasi video singkat terpopuler ini telah diunduh sebanyak 2 milyar kali dari Apple App Store dan Google Play Store.

    Namun karena masih terbilang baru, opsi beriklan yang ditawarkan TikTok Ads masih terbatas. TikTok juga tidak menyediakan hyperlink post untuk menghubungkan penggunanya dengan website luar.

    Atas alasan itu, kebanyakan iklan di TikTok ditujukan untuk meningkatkan brand awareness.

    2. Paid Search Ads

    Paid search

    Orang yang melakukan pencarian secara online biasanya akan memilih hasil paling relevan yang pertama ia temukan dalam halaman hasil pencarian.

    Memang betul, usaha untuk menampilkan website Anda pada halaman utama hasil pencarian dapat dilakukan secara organik. Namun, ada beberapa alasan spesifik mengapa search ads juga penting dalam menjalankan search engine marketing:

    1. Beriklan di search engine dapat menghindari Anda dari kompetisi yang ketat pada terma pencarian tertentu.
    2. Search ads muncul di atas hasil pencarian organik pada SERP.
    3. Rata-rata, pengiklan menghasilkan $8 keuntungan dari setiap $1 yang mereka keluarkan untuk Google Ads.

    Dengan kata lain, paid search ads dapat menghadirkan kesempatan bagi pengiklan untuk menangkap atensi dari audience dengan cara yang lebih tersasar jika dari pencarian organik.

    Lantas pertanyaan lanjutannya adalah, bagaimana cara Google membantu Anda untuk menampilkan iklan kepada orang atau audience yang tepat?

    Google membantu Anda dalam mencapai hal tersebut dengan penggunaan keyword. Keyword berguna untuk menyesuaikan intensi pencarian dari pencari dengan hasil pencarian yang ditampilkan.

    Dengan menyasar keyword yang tepat, Anda dapat mengantarkan iklan Anda kepada audience yang tepat pula berdasarkan pada pertanyaan yang mereka masukkan ke search engine.

    3. Native Advertising

    Publisher online, BuzzFeed contohnya, setiap harinya memproduksi konten yang memiliki potensi viral di media sosial. Dengan cara yang sama juga, publisher online tersebut membantu brand untuk meningkatkan penjualan produknya.

    Native advertising bekerja dengan cara, brand membayar dengan jumlah tertentu kepada publisher online dengan imbalan pembuatan konten yang di dalamnya menyinggung brand tersebut.

    4. Display Advertising

    Display ads

    Display ads merupakan iklan yang muncul di antara konten dari sebuah situs. Pada umumnya, iklan yang ditampilkan menggunakan display ads berupa materi promosi produk yang relevan dengan tema web page atau artikel tersebut.

    Google Display Network dan Facebook Audience Network merupakan dua display network yang paling sering digunakan.

    Dengan memanfaatkan display network, Anda dapat menampilkan iklan kepada target audience pada lokasi dan waktu yang tepat. Di bawah ini merupakan penjelasan mengenai fitur dan kelebihan dari kedua display network tersebut:

    a. Google Display Network

    Menggunakan Google Display Network (GDN) memungkinkan Anda untuk mendesain iklan visual yang menarik dan menampilkannya kepada lebih dari 2 juta website dan aplikasi, termasuk YouTube dan Gmail.

    GDN juga memungkinkan Anda untuk mengatur target audience dengan menyasar web visitors yang sekiranya tertarik dengan produk yang Anda tawarkan.

    Atau, Anda juga bisa menggunakan fitur penargetan otomatis dan membiarkan Google menentukan pengaturan audience targeting yang paling efektif untuk Anda.

    b. Facebook Audience Network

    Dengan menggunakan Facebook Audience Network, brand Anda dapat menambah efektivitas kampanye Facebook ad dengan menampilkan iklan pada jaringan website dan aplikasi dari Facebook.

    Anda dapat menampilkan native ads, banner ads, full-screen ads, in-stream video ads, dan rewarded video ads pada website dan aplikasi yang sering dikunjungi oleh pengguna Facebook.

    Konklusi

    Empat jenis iklan online tersebut dapat Anda manfaatkan untuk menarik lebih banyak konsumen untuk mengenal brand atau membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

    Anda bisa menggunakan salah satu atau beberapa jenis iklan sekaligus. Semua disesuaikan dengan objektif marketing yang Anda tetapkan dan budget yang dimiliki.

    Meson Digital Marketing Agency menyediakan jasa iklan online untuk membantu bisnis Anda meningkatkan penjualan. Meson sudah berpengalaman dalam mengelola iklan digital dengan budget dari jutaan hingga milyaran rupiah per bulannya.

    Ready to Discuss Your Project?

    Tell Us About Your Project

      Open chat