KPI yang Perlu Diperhatikan Ketika Menjalankan PPC Campaign

Jordy Gunawan
KPI PPC campaign

Daftar Isi:

    Mengukur Kesuksesan Iklan dengan KPI PPC Campaign

    KPI atau Key Performance Indicator digunakan di hampir seluruh industri sebagai metrik untuk mengukur seberapa efektif perusahaan mencapai tujuan bisnisnya. Dalam PPC, Anda juga dapat menggunakan KPI untuk menentukan seberapa sukses campaign Anda.

    Memahami indikator utama kinerja campaign sejak awal sangat penting bagi siapa pun yang menjalankan iklan PPC. Tujuan dari setiap campaign PPC harus ditentukan dengan KPI yang berbeda sesuai dengan fase perencanaan campaign.

    Untuk memantau dan mengukur kinerja campaign PPC, Anda dapat menggunakan beberapa tools gratis seperti Google Analytics, Google Search Console, dan Google Ads.

    Jika Anda masih bingung metrik apa saja yang digunakan untuk mengukur kinerja campaign PPC Anda, mari simak pembahasan berikut ini.

    8 KPI Untuk Campaign PPC

    1. Clicks

    Setiap konversi berawal dari sebuah click. Jumlah click dalam campaign PPC adalah salah satu metrics yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja campaign.

    Jumlah click juga dapat menjadi KPI yang baik untuk mengecek kinerja campaign.

    Meskipun begitu, kesuksesan dari sebuah campaign tidak hanya ditentukan oleh jumlah click.

    2. Click-Through Rate (CTR)

    CTR atau Click-Through Rate diukur dengan jumlah klik pada campaign Anda dalam sebulan dibagi dengan total impressions. Angka CTR pada PPC campaign ditampilkan dalam bentuk persenan. Misalnya, iklan Anda mendapat 1000 impressions dan di-klik sebanyak 100 kali, maka CTR anda adalah (1000/100) x 100= 10%.

    Sama seperti beberapa metrics lainnya, CTR juga merupakan salah satu metrik yang bisa digunakan untuk mengukur kinerja sebuah campaign. Mengetahui cara mengukur dan mengoptimasi CTR adalah hal yang sangat krusial dalam menjalankan sebuah campaign karena CTR mempengaruhi Ads Quality Score.

    3. Quality Score

    Ads Quaity Score pada PPC Campaign adalah sebuah metrik yang dibuat oleh Google yang memberitahukan seberapa relevan konten iklan Anda dengan menggunakan beberapa metrik  seperti : CTR, landing page experience, dan indikator lainnya.

    Quality Score diukur dalam skala 0-10. Quality score yang baik berkisaran antara 7 sampai 10, dimana semakin tinggi Quality Score maka semakin murah pengiklan membayar. Selain itu, quality score dapat mempengaruhi KPI lainnya, seperti CPC dan CPA.

    4. Cost Per Click (CPC)

    Cost Per Click (CPC) adalah biaya yang dibayarkan pengiklan setiap kali iklannya di-click. PPC advertisers tahu berapa banyak yang harus dibayar untuk sebuah campaign karena biasanya mereka mempunyai budget yang sudah ditentukan sebelumnya.

    Metrik CPC digunakan untuk mengetahui berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk setiap pengguna yang mengklik iklan Anda.

    5. Cost Per Conversion/Acquisition (CPA)

    Cost Per Conversion/Acquisition adalah biaya yang dibayarkan setiap kali iklan mendatangkan konversi. Pengiklan dapat memilih konversi yang diinginkan, seperti : penjualan di website, pengisian data leads, click menuju whatsapp, dan lainnya.

    Konversi tidak selalu berarti penjualan, karena tidak semua bisnis bisa menjual produk atau jasanya di website. Sebagai contoh : mobil, property, dan lainnya. Maka dari itu, Anda harus menyesuaikan konversi yang diinginkan dengan bidang bisnis dan kebutuhan Anda.

    6. Conversion Rate (CVR)

    Conversion Rate (CVR) pada Google Ads adalah rasio konversi yang terjadi terhadap klik iklan Anda yang dinyatakan dalam bentuk persentase.

    Sebagai contoh, jika sebuah campaign mendapat 10 konversi dari 100 klik, maka CVR Anda adalah (10/100) x 100% = 10%. Agar iklan dapat dioptimasi ke konversi, Anda setidaknya harus sudah mendapat 15 konversi dalam 30 hari terakhir.

    7. Impression Share

    Impression Share di Google Ads adalah persentase impresi (jumlah tayang) iklan Anda terhadap impresi total yang sebetulnya dapat Anda peroleh. Impression share dihitung dengan membagi total impression yang diterima campaign Anda dengan total impression yang sebetulnya bisa didapatkan.

    Impression terhitung ketika seseorang melihat iklan Anda. Tidak penting apakah dia melakukan aksi, contohnya klik, atau tidak. Impression share memberikan insight kompetitif secara tidak langsung pada marketers. Meningkatnya impression share Anda berarti menurunnya jumlah tayangan iklan kompetitor Anda.

    8. Average Position

    Google menyeimbangkan hasil pencarian organik dan pencarian berbayar untuk hampir setiap query yang dimasukkan. Iklan pada Google atau Bing bisa tampil pada bagian paling atas search engine results page (SERP) di posisi 1, iklan berikutnya yang ditampilkan ada di posisi 2, dan seterusnya.

    Average position menginformasikan advertisers di posisi mana iklan mereka tampil. Google tidak begitu saja memberikan posisi pertama pada bidder tertinggi sepanjang waktu. Jadi, mereka menentukan average position berdasarkan ad rank. Banyak pebisnis yang menginginkan iklan mereka tampil di posisi pertama.

    Namun, berada di posisi pertama tidak selalu menunjukkan hasil yang optimal. Beberapa advertisers mungkin mendapatkan konversi lebih banyak saat berada di posisi 4 daripada mereka yang di posisi 1.

    Konklusi

    Setelah Anda memahami KPI apa saja yang digunakan untuk mengukur campaign PPC, Anda tidak bisa fokus hanya di satu indikator saja.

    Semua indikator saling berkaitan. Misalnya, CTR bisa berpengaruh pada quality score. Quality score berpengaruh pada posisi iklan serta CPC Anda, sementara itu posisi iklan berpengaruh pada clicks dan konversi. Itulah mengapa Anda perlu memantau dan terus meningkatkan indikator-indikator tersebut.

    Meson Digital Agency Jakarta dapat membantu Anda dalam membuat campaign melalui Google Ads untuk mencapai tujuan bisnis Anda. Hubungi kami untuk konsultasi mengenai Google Ads.

    Ready to Discuss Your Project?

    Tell Us About Your Project

      Open chat