Microsite: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Keunggulannya

Jordy Gunawan
Microsite

Daftar Isi:

    Microsite dapat menjadi tool marketing yang sangat berguna bila diaplikasikan dengan benar. Selain itu, proses pembuatan dan pemeliharaannya pun tidak sesulit seperti membuat website.

    Dalam postingan ini, kami akan menghadirkan informasi umum seputar microsite yang meliputi apa itu microsite, perbedaannya dengan webite, dan tujuan dari penggunaan microsite.

    Apa itu Microsite?

    Microsite adalah halaman website yang dibuat terpisah dari website utama dan memiliki tujuan khusus. Biasanya microsite dibuat ketika sebuah brand menjalankan suatu campaign digital marketing dalam jangka waktu tertentu.

    Microsite sendiri biasanya memiliki nama domain yang berbeda, meski tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan domain yang sama dengan website utama.

    Jika website utama umumnya menyajikan informasi brand secara umum, microsite dibuat dengan tujuan spesifik dan unik. Pengunjung website pun didorong untuk berinteraksi dengan konten dan pesan yang spesifik.

    Interaksi atau tindakan calon pelanggan pun bervariasi mulai dari sekedar membaca konten Anda, hingga mendaftarkan email dan data diri mereka.

    Microsite mampu menampilkan lebih banyak komponen branding, dan Anda memiliki cukup banyak opsi untuk membuat microsite menonjol atau mampu menyampaikan pesan khusus dibandingkan situs utama.

    Kapan Anda Perlu Memiliki Microsite?

    • Ketika ingin mempromosikan event.
    • Ketika ingin menyajikan informasi tentang topik niche dalam sebuah campain iklan.
    • Ketika ingin menargetkan kelompok audience yang spesifik.
    • Ketika ingin mempromosikan produk atau kategori produk baru.
    • Ketika ingin memberikan user pengalaman website yang interaktif.

    Microsite vs Website

    1. Memiliki Nama Domain yang Berbeda

    Salah satu perbedaan mendasar dari website adalah microsite biasanya memiliki domain independen. Dengan kata lain, alamat website atau URL tidak harus mencantumkan nama brand Anda. Jadi, alamat website dan microsite bisa saja memiliki dua nama yang jauh berbeda.

    Contohnya bisa diambil dari dari Adobe. Brand ini memiliki domain utama adobe.com, dan micrositenya mycreativetype.com yang menawarkan konten interaktif bagi pengunjungnya.

    mycreativetype.com

    2. Microsite dan Subdomain Tidaklah Sama

    Subdomain adalah situs turunan yang muncul di bawah domain, berbeda halnya dengan microsite. Microsite menargetkan calon pelanggan yang lebih spesifik dengan konten dan campaign yang spesifik.

    3. Microsite Bersifat Sementara

    Website sebuah bran bersifat permanen, namun microsite ditujukan untuk digunakan sementara waktu. Biasanya ketika campaign selesai, maka microsite akan dimatikan. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan microsite akan kembali dihidupkan tergantung kebutuhan brand tersebut.

    4. Memiliki Konten yang Berbeda dengan Website

    Microsite memiliki entitasnya sendiri. Fungsi-fungsi kreatif yang mengajak calon pelanggan untuk lebih terikat sering kali disertakan. Dibandingkan website resmi, microsite lebih bebas dalam menampilkan elemen seperti audio, gambar, atau video.

    5. Membutuhkan Strategi Tersendiri

    Digital marketing campaign belum dikatakan sempurna jika tidak memperhitungkan target keywords, user intent, customer targeting, CTA (call-to-action), strategi media sosial, serta tautan rujukan dari situs web lain yang berkualitas ke microsite Anda.

    Ide utamanya adalah menyederhanakan faktor-faktor ini untuk target campaign yang spesifik. Faktor-faktor inilah yang nanti akan digunakan untuk mengukur kinerja dan menentukan tolak ukur.

    Apa Keunggulan Microsite?

    1. Microsite Membantu Untuk Mencapai Audience yang Spesifik

    Microsite memberikan Anda kesempatan memiliki keywords lebih spesifik, namun masih di bawah nama atau brand perusahaan Anda. Walaupun situs ini umumnya hanya bisa menarik lebih sedikit pengunjung, mereka mampu melakukan pekerjaan lebih baik dalam menjawab dengan cepat pertanyaan pengunjung Anda.

    Karena halaman ini didesain untuk tujuan spesifik, Anda bisa berinteraksi dengan lebih spesifik pula. Dengan kata lain, Anda bisa berkomunikasi dengan audiens tertentu yang telah ditargetkan. Lebih jauh lagi, microsite menyorot area khusus yang ingin dipromosikan dari brand Anda.

    Dibanding mentarget keyword yang sulit, Anda bisa melakukan campaign secara offline dan online dengan memberikan kata kunci spesifik untuk target audience Anda.

    2. Cocok Digunakan Untuk Rebranding

    Seperti telah disinggung di atas, microsite akan menyoroti area tertentu yang sedang ingin Anda promosikan. Karenanya, Anda akan bisa menemukan pelanggan atau pengunjung tepat sesuai dengan promosi yang sedang dijalankan.

    Dengan bantuan microsite, pengunjung akan lebih mudah menemukan Anda karena topik dan kata kunci yang terbatas tadi menciptakan peluang halaman niche Anda muncul di Google.

    Jenis-Jenis Microsite

    Menurut Zesty terdapat setidaknya 3 jenis microsite yang dikategorikan berdasarkan tujuannya.

    1. Informative Microsite

    Microsite jenis ini bertujuan untuk mengedukasi visitors mengenai sebuah campaign, atau event.

    Salah satu contohnya yaitu microsite dari Lucidwork yang membagikan informasi mengenai dark data.

    Dark data

    2. Interactive Microsite

    Microsite jenis ini bertujuan untuk mengundang visitors untuk berinteraksi dengan situs untuk menyampaikan pesan campaign tertentu.

    Nasa Spacecraft yang berisi informasi mengenai seluruh satelit dan pesawat luar angkasa yang pernah diluncurkan oleh NASA menjadi salah satu contoh interactive microsite.

    nasaspacecraft.com

    3. E-Commerce Microsite

    Microsite jenis ini bertujuan untuk menjual produk atau layanan tertentu kepada visitors.

    Cara Menggunakan Microsite untuk Bisnis Anda

    Dari sini kita tahu bahwa dua fungsi utama microsites adalah untuk menyoroti suatu campaign dengan target spesifik dan melakukan promosi tertentu dalam jangka waktu yang ditentukan. Karena target audiensnya spesifik, Anda bisa menciptakan suatu grup pada kontak email berdasarkan tags/campaign.

    Dengan adanya tags, Anda akan memiliki sistem email marketing otomatis. Dengan memberikan tags pada target audiens dan mengetahui tentang apa yang sedang mereka cari, email tadi akan secara otomatis menyesuaikan berdasarkan kebutuhan audiens.

    Dalam menentukan tags, Anda bisa melihat dari jejak kunjungan audiens di microsites. Dari apa yang mereka isi pada form yang disediakan, Anda bisa tahu apa interest mereka dan apa yang sedang mereka cari.

    Konklusi

    Microsite merupakan halaman yang digunakan secara sementara dan bertujuan untuk melayani tujuan khusus mulai dari peluncuran produk baru hingga campaign spesifik. Dengan ini, pengunjung atau calon pelanggan bisa menemukan brand Anda dengan lebih cepat dan mudah. Anda pun bisa memiliki grup pada kontak email dari kunjungan mereka yang selanjutnya bisa menjadi database Anda untuk dapat dikelola.

    Meson Digital Agency memiliki jasa pembuatan website untuk membantu Anda mencapai tujuan bisnis Anda.

    Ready to Discuss Your Project?

    Tell Us About Your Project

      Open chat