Cara Mudah Meningkatkan Open Rate Email Marketing

Marchyandi Rayi
Email marketing

Daftar Isi:

    Strategi email marketing Anda hanya akan berjalan dengan efektif ketika audience membuka email Anda.

    Maka dari itu, mengukur open rate email marketing menjadi satu hal yang wajib untuk Anda lakukan agar dapat mengetahui seberapa baik strategi email marketing yang sedang Anda jalankan.

    Jika open rate Anda rendah, maka tandanya Anda harus melakukan analisa dan memperbaiki strategi Anda agar lebih efektif.

    Artikel kali ini akan membantu Anda dalam melakukan hal tersebut. Namun sebelum itu, baiknya kita pahami dahulu apa sebetulnya yang dimaksud dengan email open rate.

    Apa itu Email Open Rate?

    Banyak yang mengira bahwa email open rate adalah jumlah orang yang membuka email Anda. Namun sebetulnya tidak sesederhana itu.

    Sebuah email dihitung telah dibuka ketika memenuhi dua kondisi berikut:

    1. Penerima email memperbolehkan gambar di email Anda ditampilkan di panel pratinjau (preview) atau dalam tampilan email penuh.
    2. Penerima email berinteraksi dengan email Anda lewat meng-klik link pada email.

    Email Service Provider (ESP) akan menghitung open rate email dengan mengambil jumlah orang yang membuka email Anda dan membaginya dengan jumlah email yang berhasil terkirim (tidak bounce).

    Sebagai contoh, jika Anda mengirim 100 email, dan 10 diantaranya gagal terkirim atau bounce, maka terdapat 90 email yang berhasil terkirim. Jika 10 dari 90 penerima email tersebut membuka email Anda, maka email open rate yang Anda dapatkan adalah 11%.

    Cara Meningkatkan Open Rate Email Marketing

    Sekarang Anda telah memahami apa itu yang dimaksud dengan email open rate dan bagaimana cara menghitungnya.

    Jika ternyata open rate email marketing campaign Anda cenderung rendah, cobalah untuk menerapkan beberapa tips meningkatkan open rate email marketing berikut ini.

    1. Melakukan Segmentasi Audience

    Relevansi menjadi salah satu faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan terhadap apakah penerima email akan membuka sebuah email atau tidak.

    Ketika penerima email tidak merasa bahwa informasi pada sebuah email relevan dengan apa yang ia inginkan atau butuhkan, maka ia tidak akan membuka email tersebut.

    Cara termudah untuk memastikan email Anda relevan dengan kebutuhan audience adalah dengan melakukan segmentasi. Anda bisa mulai melakukan segmentasi email list dengan menambahkan tag pada subscriber Anda berdasarkan perilakunya, misalnya perilaku pembelian.

    Dengan begitu, Anda dapat mengirimkan email tertentu untuk subscriber yang telah membeli produk brand Anda, dan mengirim email lain untuk subscriber yang belum menjadi konsumen Anda secara terpisah.

    2. Menentukan Waktu Kirim Terbaik

    Waktu yang Anda tentukan untuk mengirim email memiliki dampak yang cukup besar bagi email open rate Anda. Mengirim email diwaktu yang salah akan membuat email Anda tenggelam di dalam inbox penerima email, dan akhirnya terabaikan.

    Tentu Anda tidak bisa mengetahui secara langsung kapan waktu yang paling baik untuk mengirim email campaign Anda. Perlu dilakukan A/B testing dahulu untuk dapat mengidentifikasi kapan waktu yang paling tepat untuk mengirim email campaign Anda.

    Namun secara umum, data dari Mailchimp menunjukkan bahwa hari kerja merupakan waktu terbaik untuk mengirimkan email, jika dibandingkan dengan hari libur atau akhir pekan.

    Optimal date

    Data tersebut juga menunjukkan bahwa jam paling optimal untuk mengirim email adalah jam 10 pagi.

    Optimal hour

    3. Merancang Subject Email yang Menarik

    Subject email menjadi hal yang pertama kali dilihat dari sebuah email di dalam inbox. Maka dari itu, memastikan subject email yang Anda buat jelas dan menarik adalah wajib untuk memastikan penerima email tergugah untuk membuka email Anda.

    Buatlah subject email yang menimbulkan rasa penasaran bagi penerima email untuk membuka email tersebut. Penting juga untuk menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan si penerima email agar mereka mengerti dan menerima apa yang email Anda sampaikan.

    4. Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Konten Email

    Informasi atau konten yang disertakan di dalam email juga turut mempengaruhi email open rate Anda. Mengapa demikian?

    Ketika seseorang memutuskan untuk membuka email Anda dan merasa terbantu atau tertarik dengan konten yang Anda berikan di dalam email tersebut, maka besar kemungkinan orang tersebut untuk tidak segan membuka email Anda lagi yang Anda kirim kedepannya.

    Sebaliknya, jika penerima email menilai bahwa konten pada email Anda tidak menarik atau bahkan mengganggunya, maka kemungkinan mereka untuk membuka email Anda kedepannya akan semakin kecil.

    Maka dari itu, pastikan informasi dan konten yang Anda bagikan lewat email Anda merupakan konten dengan kualitas yang baik.

    5. Memastikan Email Anda Mobile-Friendly

    Menurut data dari eMailmonday, 15-70% dari total email dibuka menggunakan akun mobile—rentang persentase bergantung pada target audience, produk, dan tipe email.

    Hal itu menunjukkan bahwa ketika menjalankan email marketing, aspek mobile-friendliness tidak dapat diabaikan. Untuk membuat email Anda lebih mobile friendly, Anda bisa mengikuti beberapa tips ini:

    1. Menulis subject email yang jelas dan padat.
    2. Menggunakan formatting yang sederhana (single-column), dengan lebar di bawah 600px.
    3. Menggunakan font yang cukup besar.
    4. Gambar yang digunakan tidak boleh terlalu besar, guna mereduksi waktu load.
    5. Menggunakan CTA button dengan ukuran yang cukup besar.
    6. Jangan meletakkan button atau link secara berdempetan.

    Demikian beberapa cara dan tips yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan open rate email marketing.

    Jika bisnis Anda membutuhkan bantuan dalam menjalankan email marketing, Meson Digital Marketing Agency bersedia membantu Anda untuk menjalankan strategi yang efektif.

    Ready to Discuss Your Project?

    Search Articles

    Tell Us About Your Project