Panduan Lengkap Remarketing dan Tips Menjalankannya 

Jordy Gunawan
Remarketing

Daftar Isi:

    Memaksimalkan Konversi dengan Remarketing Campaign

    Lead conversion merupakan salah satu tahap penting dalam meningkatkan penjualan bisnis Anda. Namun bagaimana jika lead berkualitas yang Anda dapatkan tidak kunjung menghasilkan konversi?

    Jika Anda mengalami kasus tersebut, maka remarketing bisa menjadi strategi yang tepat bagi Anda dalam mengubah visitor menjadi konsumen.

    Apa itu Remarketing?

    Remarketing adalah proses marketing yang menargetkan audience yang pernah masuk ke website Anda atau yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap brand atau produk Anda.

    Audience tersebut telah berinteraksi dengan brand Anda baik lewat website maupun channel lainnya, namun tidak lanjut menuju tahap konversi.

    Remarketing menjadi strategi digital marketing yang tepat dengan memberikan Anda kesempatan untuk menarik audience tersebut kembali menuju website Anda untuk melanjutkan buyer journey-nya.

    Dengan remarketing, Anda dapat menargetkan ulang iklan Anda untuk berbagai tipe konversi, seperti pembelian, sign up, subscribe, mengisi formulir atau aksi lainnya kepada audience tersebut.

    Bagaimana Cara Kerja Remarketing?

    Sederhananya, proses remarketing berjalan seperti pada tahap di bawah ini:

    1. Visitor masuk dan menjelajahi lalu meninggalkan website Anda tanpa melakukan konversi.
    2. Setelah meninggalkan website Anda, visitor menjelajahi website lain.
    3. Pada website tersebut, visitor akan mendapatkan iklan dari remarketing campaign Anda.
    4. Visitor tertarik dengan informasi pada iklan dan kembali masuk ke website Anda untuk melakukan konversi.

    Tipe-Tipe Remarketing

    Tersedia berbagai macam tipe-tipe remarketing berdasarkan dari platform dan strategi yang digunakannya. Berikut beberapa diantaranya.

    1. Search Remarketing

    Search remarketing merupakan strategi remarketing yang dijalankan lewat search engine seperti Google.

    Google Ads menjadi platform paling populer dalam menjalankan search remarketing campaign, yang memungkinkan Anda untuk menampilkan iklan remarketing pada bagian atas hasil pencarian Google.

    Di Google Ads, search remarketing biasanya dijalankan menggunakan remarketing list for search ads (RLSA), dimana Google akan melacak traffic pada page tertentu di website Anda dan menggunakan data visitor-nya untuk dilakukan remarketing.

    2. Display Remarketing

    Display remarketing memiliki strategi yang serupa dengan search remarketing—menggunakan data visitor page untuk dilakukan remarketing.

    Namun yang menjadi pembeda adalah peletakan iklannya, dimana display remarketing akan menampilkan iklan Anda pada website yang masuk di dalam network platform beriklan Anda.

    Iklan yang ditampilkan pada website tersebut bisa berupa teks, gambar, maupun video.

    3. Social Media Remarketing

    Hampir semua platform media sosial yang menawarkan fitur beriklan bisa Anda gunakan untuk melakukan remarketing.

    Salah satunya adalah Facebook, yang memiliki fitur Facebook Pixel, yang berguna sebagai tag untuk melacak user pada website page Anda. User yang telah ditandai tersebut kemudian akan digunakan untuk dilakukan remarketing dalam Facebook.

    4. Email Remarketing

    Email juga merupakan salah satu channel yang paling populer dalam menjalankan strategi remarketing.

    Email remarketing dilakukan dengan cara mengirimkan email kepada orang-orang yang telah berinteraksi dengan website Anda guna mengingatkan mereka agar menyelesaikan conversion journey-nya.

    Tips Menjalankan Remarketing

    Setelah memilih platform mana yang cocok digunakan dan siap menjalankan remarketing campaign, maka Anda bisa mengikuti beberapa tips ini agar strategi remarketing Anda dapat berjalan dengan efektif.

    1. Mengidentifikasi page yang ingin digunakan

    Langkah pertama yang harus dilakukan agar strategi remarketing Anda berhasil adalah menentukan website page mana yang akan digunakan dalam melakukan remarketing.

    Page yang baik untuk digunakan adalah website page yang paling sering dikunjungi oleh audience, juga page yang paling banyak menghasilkan konversi. Anda bisa mengidentifikasi website page dengan kriteria tersebut dengan mudah lewat Google Analytics.

    Google Analytics akan menampilkan data dari setiap page pada website Anda. Data tersebut dapat digunakan untuk membandingkan page mana yang memiliki performa terbaik.

    Setelah menentukan page yang ingin digunakan, maka Anda tinggal menempelkan kode remarketing pada page tersebut, baik dengan Facebook pixel maupun Google Analytics.

    2. Melakukan segmentasi pada remarketed list

    Setelah Anda memiliki data leads yang berpotensi untuk menghasilkan konversi, Anda perlu melakukan segmentasi terhadap leads tersebut untuk menawarkan user experience yang lebih baik.

    Segmentasi dilakukan dengan mengelompokkan audience Anda berdasarkan beberapa kriteria seperti interest, perilaku, demografis, dan masih banyak lagi.

    Segmentasi ini dilakukan agar Anda dapat memberikan iklan yang berbeda-beda sesuai dengan ketertarikan masing masing kelompok audience.

    3. Memberikan penawaran yang menarik

    Mungkin saja banyak audience yang sebetulnya tertarik dengan produk yang bisnis Anda tawarkan namun masih ragu untuk membelinya karena berbagai alasan. Untuk mengakomodasi audience tersebut, Anda bisa menawarkan sesuatu yang sulit ditolak oleh audience Anda.

    Banyak promosi atau penawaran yang bisa Anda gunakan untuk meningkatkan konversi penjualan Anda misalnya saja dengan memberikan diskon, free trial, dan keuntungan-keuntungan lainnya.

    4. Melakukan eksperimen

    Penting bagi Anda untuk melakukan eksperimen secara berkala pada iklan Anda untuk menemukan formula yang paling mendatangkan keuntungan.

    Lakukanlah A/B testing pada setiap elemen penting dari iklan Anda untuk terus memperbaiki performa iklan remarketing campaign Anda.

    Itulah tadi beberapa informasi yang dapat membantu Anda untuk memiliki pemahaman lebih dalam mengenai remarketing dan bagaimana cara menjalankannya dengan tepat.

    Meson merupakan digital marketing agency di Jakarta yang telah berpengalaman dalam menggunakan berbagai strategi digital marketing berbasis data untuk bisnis di berbagai sektor.

    Jika Anda membutuhkan jasa SEO, jasa pembuatan website, jasa iklan Google dan Facebook, ataupun bantuan dalam social media marketing, kami siap membantu.

    Ready to Discuss Your Project?

    Search Articles

    Tell Us About Your Project