Menghitung dan Mengatur Biaya Iklan Google Ads yang Optimal

Jordy Gunawan
Paid advertising

Daftar Isi:

    Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Beriklan di Google Ads?

    Besaran biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan iklan Google Ads menjadi pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang baru terjun ke dunia PPC marketing. Namun sayangnya, tidak ada cara sederhana dalam menjawab pertanyaan tersebut.

    Besaran biaya yang perlu dikeluarkan untuk menjalankan Google Ads sangat bervariasi bergantung pada berbagai faktor dan kebutuhan Anda.

    Bagaimana Google Ads Menentukan Biaya Iklan

    Google tidak menentukan biaya tetap yang dibutuhkan dari setiap iklan, melainkan menggunakan auction model dimana pengiklan melakukan bid pada sebuah keyword.

    Penerapan model tersebut membuat biaya iklan di Google menjadi tidak pasti dan terus berubah bergantung pada seberapa ketat kompetisi dari sebuah keyword.

    6 Faktor yang Memengaruhi Biaya Google Ads

    Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi perhitungan Quality Score, Ad Rank, dan berapa biaya yang harus Anda keluarkan untuk iklan Google Ads. Berikut beberapa diantaranya.

    1. Tipe Iklan

    Tipe iklan

    Google menawarkan beberapa tipe iklan yang setiapnya memiliki rata-rata CPC (cost-per-click) yang berbeda.

    • Search Ads: tipe iklan Google paling populer dengan rata-rata CPC yang paling tinggi.
    • Shopping Ads: besaran biaya iklan akan bergantung pada produk yang Anda jual.
    • Display Network Ads: tipe iklan Google dengan rata-rata CPC yang paling rendah.

    2. Schedule

    Periode yang Anda tentukan untuk menjalankan iklan dapat memengaruhi besaran biaya iklan Anda. Jika mayoritas pengiklan pada industri Anda ingin beriklan di periode waktu yang sama, maka kompetisi akan semakin tinggi dan berakibat pada meningkatnya biaya iklan.

    3. Device Targeting

    Beberapa keyword akan memiliki biaya lebih tinggi jika Anda menargetkannya pada device tertentu. Umumnya, keywords B2C akan lebih mahal jika Anda menargetkan pada mobile device, dan keywords B2B akan lebih mahal pada desktop.

    4. Strategi Bidding

    Pengiklan dapat memiliki salah satu dari 8 tipe strategi automated atau smart bidding. Setiap strategi bidding memiliki goal yang berbeda dan dapat berpengaruh pada biaya iklan yang dikeluarkan.

    5. Industri Bisnis Anda

    Setiap industri akan memiliki rata-rata CPC yang berbeda. Iklan pada industri legal, accounting, dan real estate dengan kompetisi tinggi akan memiliki CPC yang tinggi. Di sisi lain, iklan pada industri seni maupun hiburan akan memiliki CPC yang lebih rendah.

    Sebagai gambaran, Wordstream merangkum rata-rata CPC iklan Google Ads dari setiap industri pada infografis di bawah ini.

    Adwords industry benchmarks average CPC

    Bagaimana Budget Google Ads Anda Dibelanjakan?

    Skenario yang paling sering dialami para pengiklan baru di Google Ads adalah budget iklan mereka habis lebih cepat dari periode yang telah ditentukan. Kasus spesifik tersebutlah yang sering memunculkan kesalahpahaman bahwa beriklan di Google Ads terkesan mahal.

    Untuk menghindari kesalahpahaman tersebut, maka Anda perlu betul-betul memahami bagaimana penggunaan budget iklan Anda di Google Ads.

    Menentukan Budget Google Ads

    Secara umum, menentukan budget iklan Google Ads tidak jauh berbeda seperti sebagaimana Anda menentukan budget untuk hal lainnya.

    Perumusan budget dimulai dari menentukan anggaran keseluruhan yang akan dikeluarkan, juga sedikit alokasi untuk mengantisipasi situasi di luar kendali Anda.

    Namun secara khusus, pendekatan paling tepat dalam mengatur budget Google Ads adalah dengan membaginya per campaign iklan.

    Daily Budget

    Daily budget

    Setiap campaign di Google Ads Anda akan memiliki kolom pengaturan dimana Anda bisa mengatur berbagai parameter spesifik. Dengan demikian, setiap campaign Anda idealnya akan memiliki budget hariannya sendiri.

    Jika Anda menjalankan lebih dari satu campaign secara bersamaan, tentukan campaign prioritas Anda agar pengeluaran budget iklan Anda lebih efektif.

    Sebagai contoh, Anda menjalankan dua campaign iklan yang berbeda (Campaign A dan Campaign B) secara bersamaan.

    Campaign A ditujukan untuk mengiklankan produk best-selling dari bisnis Anda, sedangkan Campaign B mempromosikan konten untuk prospek pada funnel marketing teratas Anda.

    Pada kasus tersebut, baiknya Anda mengalokasikan budget lebih besar untuk Campaign A.

    Jika Anda berencana untuk menentukan budget bulanan, Anda hanya perlu untuk menjumlahkan budget harian dari setiap campaign iklan, dan mengalokasikan anggaran sesuai prioritas dari setiap campaign yang ada.

    Bagaimana Daily Budget Anda Dibelanjakan?

    Anggap Anda memiliki iklan dengan besaran CPC sejumlah Rp2.500, dan ingin untuk mendapatkan klik sebanyak 300 kali per harinya. Dengan angka tersebut, Anda bisa mengestimasi besaran budget harian yang butuh Anda keluarkan:

    Rp 2.500 x 300 =  750.000

    Pada contoh kasus ini, Rp2.500 merupakan besaran maksimum yang akan dikenakan jika angka tersebut merupakan angka maximum CPC Anda. Namun, besaran real yang dikenakan bisa saja mengalami perubahan, bergantung pada berbagai variabel di setiap ad auction.

    Cara Mengatur Budget Google Ads agar Lebih Efisien

    Sekarang Anda telah memahami bagaimana Google menentukan biaya iklan, faktor yang memengaruhi biaya iklan Google Ads, dan bagaimana budget Anda dibelanjakan.

    Maka saatnya Anda mengatur budget iklan Google Ads Anda agar lebih efisien dengan beberapa tips di bawah ini.

    1. Membuat Budget Harian

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, salah satu faktor yang membuat beriklan di Google terkesan mahal adalah karena budget iklan seringkali habis sebelum periode beriklan yang ditentukan selesai.

    Untuk mengatasi hal tersebut, tentukanlah budget maksimal yang perlu Anda keluarkan per harinya. Teknik ini akan membantu agar budget Anda dapat tersebar rata setiap bulannya.

    2. Geotargeting

    Salah satu cara untuk memastikan agar iklan Anda hanya diterima oleh audience yang Anda target adalah dengan melakukan geotargeting. Dengan begitu, budget iklan Anda tidak akan terbuang sia-sia akibat menerima klik dari orang-orang yang tidak mungkin menjadi konsumen Anda.

    3. Menambahkan Negative Keywords

    Menargetkan keyword yang tidak relevan dengan iklan Anda dapat membuat budget iklan Anda terbuang sia-sia.

    Atas alasan tersebut, Google menghadirkan fitur Negative Keywords agar pengiklan bisa mengeliminasi kata kunci yang tidak diinginkan untuk iklannya muncul pada pencarian tersebut.

    Memanfaatkan fitur ini dapat membantu Anda dalam mereduksi anggaran iklan keseluruhan dan meningkatkan kualitas traffic yang masuk menuju landing page Anda.

    4. Meningkatkan Quality Score

    Semakin tinggi Quality Score (QS) Anda, maka semakin besar kemungkinan biaya iklan Anda akan lebih rendah dari kompetitor Anda.

    Sebagai contoh kasus, anggap iklan Anda mendapatkan QS dengan nilai 6, dan kompetitor Anda mendapatkan Ad Rank 42. Maka dengan formulasi biaya iklan Google Ads:

    Formulasi Biaya Iklan

    Biaya iklan = (Ad Rank Posisi Bawah Anda/QS) + 1 cent (USD)

    Dengan asumsi $1 = Rp14.000, maka biaya iklan Anda adalah:

    Biaya iklan = (42/6) + Rp140 = Rp980

    Mari lihat berapa biaya iklan yang sama namun dengan nilai QS 8.

    Biaya iklan = (42/8) + Rp140 = Rp735

    Dari contoh kasus di atas dapat dilihat bahwa dengan naiknya QS sebesar dua poin, Anda dapat menghemat Rp245 untuk setiap klik yang diterima, atau Rp24.500 jika Anda mendapatkan 100 klik per harinya.

    5. Bekerjasama dengan Digital Marketing Agency

    Mungkin pendekatan ini terkesan berlawanan dimana Anda malah mengeluarkan anggaran lebih untuk menyewa agensi marketing ketika Anda sedang berencana untuk melakukan efisiensi budget beriklan Anda.

    Namun, agensi digital marketing memiliki kapabilitas yang memumpuni untuk menjalankan semua taktik di atas dengan baik untuk mereduksi biaya iklan Anda secara signifikan dan meningkatkan ROI dari campaign iklan Anda.

    Konklusi

    Meskipun mengatur dan merancang strategi beriklan di Google terkesan rumit, Google Ads bisa menjadi salah satu channel iklan online paling efektif dalam mendatangkan keuntungan bagi bisnis Anda jika dijalankan dengan baik.

    Mempelajari dan menerapkan beberapa informasi di atas setidaknya dapat membantu Anda untuk mereduksi kesalahan-kesalahan dalam menjalankan campaign beriklan di Google Ads agar budget beriklan Anda tidak terbuang sia-sia.

    Meson Digital Agency menyediakan jasa iklan Google untuk memastikan Anda mendapatkan biaya iklan Google Ads yang optimal.

    Ready to Discuss Your Project?

    Tell Us About Your Project

      Open chat