TikTok Marketing: Tips Menjalankannya di Tahun 2023

Yeremia Anugerah
Tiktok

Daftar Isi:

    TikTok berhasil merajai tren media sosial sejak tahun 2020 dengan bersenjatakan video singkat berulang yang adiktif dan berbagai challenge viralnya. Sampai sekarang, akselerasi pertumbuhan aplikasi yang satu ini belum menunjukan tanda menurun sedikitpun.

    Pada bulan Februari tahun 2019, TikTok berhasil diunduh oleh 1 milyar pengguna. Per bulan April 2020, aplikasi video singkat terpopuler tersebut telah diunduh sebanyak 2 miliar kali dari Apple App Store dan Google Play Store. Dalam kata lain, TikTok berhasil menggandakan jumlah penggunanya hanya dalam satu tahun.

    Jika angka tersebut masih kurang meyakinkan dalam mengekspresikan kehebatan TikTok, simak statistik selanjutnya. Pada kuartal pertama tahun 2020, TikTok mengamankan 315 juta unduhan dari berbagai belahan dunia. Dengan angka sebesar itu, TikTok menjadi aplikasi dengan jumlah unduhan terbanyak dalam satu kuartal.

    Bagi marketers, pesatnya pertumbuhan aplikasi TikTok sangat menggiurkan. Melihat tren tersebut, marketers yang baik seharusnya sudah mulai mempertanyakan bagaimana cara memanfaatkan kepopuleran TikTok sebagai sarana mempromosikan produk atau jasa mereka.

    Memanfaatkan TikTok Sebagai Marketing Platform untuk Brand Anda

    Recording TikTok video

    Ada tiga cara yang umum dipakai sebuah brand dalam memasarkan produknya lewat TikTok, yakni:

    1. Brand dapat membuat akun channel-nya sendiri dan rutin mengunggah konten video pada channel tersebut.
    2. Brand dapat bekerjasama dengan para influencer untuk menyebarkan konten produk atau jasa mereka menuju audience yang lebih luas.
    3. Brand dapat menjalankan TikTok Ads.

    Apa yang Membuat TikTok Berbeda dari Platform Marketing Lain?

    Sekilas, memang tidak nampak perbedaan dalam segi pemanfaatan TikTok sebagai sarana promosi jika dibandingkan dengan platform berbasis video lainnya, YouTube misalnya. Namun keunikan TikTok bisa diidentifikasi dengan menelisik lebih jauh ke dalam konten yang tersedia.

    Pada aplikasi TikTok, konten trending challenge dan meme-lah yang biasanya memiliki hashtag populer. Lewat bentuk konten tersebut (challenge dan meme), brand memiliki peluang untuk memanfaatkan tren yang sedang digandrungi untuk berinteraksi dengan konsumen dengan cara yang lebih menarik dan interaktif.

    TikTok dikenal sebagai platform media sosial yang digunakan untuk mencari hiburan, dan menuangkan ide kreatif. Karakter khusus tersebutlah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa TikTok semakin populer di tengah masa pandemi seperti ini.

    Seperti sebagaimana platform lainnya, influencer bisa menjadi pilihan yang tepat untuk mempromosikan sebuah campaign pada media sosial. Campaign akan terbantu oleh influencer yang dapat mengarahkan perhatian penggemarnya menuju brand Anda.

    Namun ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika Anda berencana menggunakan influencer pada aplikasi TikTok. Mengingat 41% pengguna TikTok adalah remaja dengan kategori umum 16 sampai 24 tahun, brand perlu lebih cermat dalam perencanaan strategi, pendekatan, dan pemilihan influencer.

    4 Tips TikTok Marketing yang dapat Langsung Anda Terapkan

    1. Hashtag Challenge

    Hashtag challenge bisa menjadi trik yang mujarab untuk menstimulasi engagement konsumen terhadap brand Anda. Dengan cara yang mudah dan menyenangkan, Anda dapat mengajak konsumen untuk mengikuti challenge yang Anda buat sembari meningkatkan brand awareness bisnis Anda.

    2. Konten di-balik-layar (Behind the Scene Content)

    Mungkin ada beberapa brand yang sulit menemukan sudut menarik dari bisnis mereka untuk diangkat sebagai konten. Dengan bantuan TikTok, brand dapat mengemas personanya dengan bungkusan yang lebih intim dan kreatif. Format video singkat TikTok bisa menjadi sarana yang cocok untuk menunjukan momen-momen menarik di balik layar dari bisnis Anda.

    3. Video Tutorial

    Jika brand Anda memiliki produk yang membutuhkan langkah pemakaian, atau jasa yang membutuhkan penjelasan proses penggunaan, maka TikTok bisa menjadi jawaban. Anda bisa menampilkan video instruksi ramah-pengguna pada channel akun Anda.

    Video instruksional juga merupakan cara yang bagus untuk membangun engagement dengan konsumen setelah atau sebelum terjadinya transaksi.

    4. User-Generated Content

    Salah satu keunggulan dari user-generated content  (UGC) adalah menawarkan social proof terhadap brand Anda. Menunjukan bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan digunakan oleh banyak orang dapat meningkatkan kredibilitas brand Anda.

    Ajaklah konsumen Anda untuk mengunggah interaksi mereka dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Anda juga bisa meminta bantuan influencer untuk mengajak penggemarnya membuat user-generated content yang mendukung brand Anda.

    Konklusi

    Setelah Anda mengetahui lebih dalam mengenai kiat penggunaan TikTok untuk social media marketing, saatnya Anda memutuskan apakah Anda sebaiknya menyertakan TikTok ke dalam strategi marketing selanjutnya?

    Tetapi ingat TikTok memiliki demografis yang sangat spesifik, jadi kemaslah konten Anda secara ringan dan menyenangkan jika Anda tertarik untuk menggunakan TikTok sebagai strategi marketing.

    Ready to Discuss Your Project?

    Search Articles

    Tell Us About Your Project